14.000 Tentara Amerika Serikat Dibekali Peluru Tajam Untuk Hadang Migran

14.000 Tentara Amerika Serikat Dibekali Peluru Tajam Untuk Hadang Migran

Dikabarkan, pihak militer Amerika Serikat akan mengarahkan kurang lebih 14000 pasukan wilayah perbatasan Meksiko untuk menghadang adanya Karavan migran. Ucapan Anonim dari kementerian pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa pengerahan tersebut telah tercantum dalam misi dengan

Spread the love

Dikabarkan, pihak militer Amerika Serikat akan mengarahkan kurang lebih 14000 pasukan wilayah perbatasan Meksiko untuk menghadang adanya Karavan migran. Ucapan Anonim dari kementerian pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa pengerahan tersebut telah tercantum dalam misi dengan nama operation faithfull Patriot. Sebelumnya, rombongan migran yang berasal dari Honduras telah melakukan perjalanan menuju perbatasan Amerika Serikat dan kemudian akan bergabung dengan pihak Iring iringan migran yang berasal dari Guatemala dan juga El Savador.

Sebelumnya, Pentagon dikatakan telah memberikan pengumuman akan mengarahkan paling tidak 5200 personel tentara ke wilayah perbatasan untuk langkah antisipasi migran yang berasal dari Amerika tengah.5200 personel tersebut akan memperkuat 2000 personil kerja nasional yang sudah ditempatkan terlebih dahulu di wilayah tersebut. Total kekuatanya akan menjadi 7200 orang.

Pendapat 7000 pasukan tambahan yang kemudian akan siap untuk dikerahkan dalam jangka waktu 24 jam ke depan guna menambah unit yang sudah ditempatkan sebelumnya. Di dalam dokumen tersebut, menteri pertahanan serta pejabat militer lain sudah memberikan perintah agar pasukan pasukan tersebut membekali diri mereka dengan dilengkapi peluru tajam.

Keterangan lainnya sudah berada dalam dokumen operasi, seperti unit penerbang, anjing militer yang dikerahkan, hingga personel yang bertugas sebagai penerjemah. Semua kebutuhan telah dijelaskan dan dijabarkan dalam dokumen operasi yang nantinya akan dijalankan oleh pihak militer Amerika Serikat tersebut.

Nanti akhirnya, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengarahkan setidaknya rombongan rombongan militer setelah 13 Oktober 2018 lalu. Hal ini dilakukan karena terdapat rombongan besar yang mencari Suaka telah meninggalkan kota San Pedro Sula, diundur as. Mereka kemudian berjalan menuju area Meksiko.

Dari total 7000 orang yang tercatat di minggu lalu, jumlahnya telah berkurang menjadi sekitar 3500 orang. Walaupun demikian, dua Karavan kecil yang berasal dari Bilaya Honduras dan juga El Salvador dikabarkan sudah bergabung dengan rombongan utama. Guatemala, El Salvador, dan juga Honduras merupakan Segitiga utara. Ketiga negara tersebut dilaporkan telah memiliki angka pembunuhan yang terlalu tinggi dan juga mengalami kesulitan ekonomi. Kemudian presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengategorikan masalah migran tersebut menjadi salah satu isu utama karena dirinya khawatir rombongan tersebut di dalamnya telah dimasuki oleh geng geng kriminal. Masih di Amerika Serikat juga telah memberikan peringatan kepada pihak militer bahwa akan ada rombongan yang datang ke Amerika serikat. Dirinya juga telah memberikan peringatan kepada pihak pencari Suaka bahwa ketika mereka datang, pihak militer telah menunggu di perbatasan sehingga lebih baik kedatangan mereka diundur atau mencari suaka yang lain.

Hingga saat ini, para tentara militer terus bertugas di via perbatasan untuk mencegah terjadinya kedatangan migran ke wilayah Amerika Serikat.

Spread the love