Ditolak Tim Sniper Rusia, 8 Wanita Ini Ajukan Tuntutan Kepada Garda Nasional Rusia

Ditolak Tim Sniper Rusia, 8 Wanita Ini Ajukan Tuntutan Kepada Garda Nasional Rusia

Minat kaum wanita terhadap dunia militer di Rusia memang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah anggota wanita yang banyak bergabung dalam militer Rusia terus naik setiap perekrutan. Minat kaum wanita

Spread the love

Minat kaum wanita terhadap dunia militer di Rusia memang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah anggota wanita yang banyak bergabung dalam militer Rusia terus naik setiap perekrutan. Minat kaum wanita Rusia untuk masuk ke dalam Garda nasional juga terus meningkat semakin tinggi sehingga banyak pelamar yang kemudian ditolak.

Penolakan pelamar tersebut Berujung pada tuntutan yang diajukan oleh para pelamar wanita ke pengadilan. Mereka yang gagal untuk bergabung di dalam garda nasional berusia rata rata adalah mereka yang ingin menjadi Tim Sniper, pasukan khusus, ataupun penembak runduk. Kegagalan ini, mereka rasakan sebagai salah satu hal yang tidak adil karena mereka ingin memberikan kontribusi aktif dalam dunia militer di negara Rusia tersebut.

Mayor jendral Igor Virukhin, Yang merupakan penanggungjawab dari proses rekrut man tentara Garda nasional mengatakan bahwa hingga saat ini terdapat kurang lebih 20000 anggota perempuan yang berada dalam pasukan khusus militer Rusia. Ini menunjukkan minat yang sangat tinggi dari para kaum wanita terhadap dunia militer di Rusia. Dirinya juga mengatakan bahwa bukti lain dari tingginya minat wanita untuk berkontribusi aktif dalam Garda nasional Rusia terlihat dari sidang pengadilan yang diadakan di kawasan Selatan kota Saratov.

Di kota tersebut, terdapat delapan wanita yang memberikan tuntutan kepada pihak kementerian pertahanan dan kerja nasional Rusia karena mereka tidak diizinkan untuk menjadi prajurit ataupun menjadi anggota pasukan khusus dalam militer Rusia. Para petugas mengatakan bahwa wanita wanita tersebut memiliki mimpi untuk bergabung dengan Garda nasional Rusia sebagai seorang Sniper. Namun, Virukhin secara tegas mengatakan bahwa wanita tidak dapat menempati posisi tersebut sebagai seorang penembak jitu ataupun penembak runduk pada Garda nasional Rusia.

Dirinya juga menjelaskan bahwa tugas sebagai seorang Sniper atau penembak jitu bukanlah sesuatu yang dapat digantikan atau dilakukan oleh wanita ataupun pria. Hal ini berbeda konsepnya dengan petugas komunikasi ataupun juru masak dalam dunia militer. Posisi ini dikatakan bukanlah posisi yang cocok untuk dilakukan oleh wanita karena risikonya yang sangat besar.

Walaupun saat ini dilarang, namun ketika perang dunia dua terjadi, para wanita yang menjadi penembak runduk Rusia memberikan kontribusi yang terbilang cukup besar dalam kemenangan Rusia di perang tersebut. Salah satu wanita yang terkenal sebagai Penembak runduk sampai saat ini pada masa perang Dunia dua yaitu Lyudmila Pavlichenkova. Penembak wanita tersebut berhasil membunuh 39 anggota NAZI, termasuk di dalamnya berhasil membunuh 39 Sniper dari pihak musuh. Aksinya ini tercatat di dalam pertempuran pada kota kota pelabuhan laut hitam, Odessa dan Sevastopol. Inilah yang menjadi salah satu pemicu banyaknya wanita yang ingin menjadi Sniper melihat dari sejarah keberhasilan yang dilakukan oleh Pavlichenkova tersebut.

Spread the love