Pihak Pemerintah Tanzania Mengadakan Perburuan Gay

Pihak Pemerintah Tanzania Mengadakan Perburuan Gay

Gubernur dari Dar er salaam, ibukota ekonomi dari Tanzania, pada Senin 29 Oktober 2018 lalu melaksanakan operasi pemberantasan kaum gay dan juga memberikan ancaman akan menangkap siapa pun yang dicurigai menjadi seorang homo seksual di

Spread the love

Gubernur dari Dar er salaam, ibukota ekonomi dari Tanzania, pada Senin 29 Oktober 2018 lalu melaksanakan operasi pemberantasan kaum gay dan juga memberikan ancaman akan menangkap siapa pun yang dicurigai menjadi seorang homo seksual di kawasan tersebut. Pihak pemerintah juga mengatakan telah memiliki informasi yang memadai mengenai keberadaan keberadaan dari kaum homoseksual pada provinsi tersebut.

Paul Makonda, sang gubernur, memberikan pernyataan kepada jurnalis bahwa warga di daerahnya dan juga daerah sekitarnya sudah melaporkan siapa pun yang dicurigai menjadi kelompok kelompok homoseksual dimulai dari pakan yang akan datang. Dibawa undang undang warisan dari Inggris, homoseksual merupakan perbuatan ilegal yang dilakukan di Tanzania dan mendapat ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Para kaum homoseksual tersebut menjukkan diri mereka pada media media sosial. Banyak sekali kaum homoseksual yang kemudian dengan percaya diri menunjukkan dirinya pada sosial media. Menurut sang gubernur, pihak Tim gubernur akan menangkap para homoseksual di pekan depan. Dirinya juga mengatakan bahwa langkah kelas tersebut akan mendapat kritik dari berbagai pihak. Namun dirinya lebih memilih untuk membuat marah negara lain daripada membuat marah Tuhan.

Menurutnya, Homoseksualitas merupakan pelanggaran nilai nilai moral dari warga Tanzania yang memeluk agama Kristen ataupun agama Islam. Gerakan anti homoseksual tersebut kini tengah digalakkan di kawasan kan senior sehingga para orang yang membuat kelompok lesbian, baik, dan juga minoritas lain tetap hidup dengan cara tertutup dan tidak tersebar ke kalangan masyarakat. Gerakan menentang kaum homoseksual tersebut semakin meningkat setelah pemilihan presiden 2015 Dimenangkan oleh John Magufuli.

Di tahun lalu, Sang presiden juga mengatakan bahwa orang orang harus melakukan pengecaman kepada pihak Homoseksualitas. Tidak lama setelah pernyataan tersebut dikeluarkan, pihak pemerintah mengancam untuk melakukan nang kapan ataupun lakukan deportasi pada para aktivis kaum gay. Tidak butuh waktu yang terlalu lama, kemudian pemerintah Tanzania sudah mengusir setidaknya tiga warga yang berasal dari Afrika Selatan karena dituduh telah melakukan Advokasi pernikahan sesama jenis di kawasan Tanzania.

Seperti yang telah diketahui, Homoseksualitas merupakan salah satu hal yang dilarang oleh banyak negara. Namun, tidak sedikit juga negara yang kemudian melegalkan pernikahan sesama jenis. Namun, untuk beberapa negara hal tersebut telah hal yang dilarang oleh agama dan juga merusak moral bangsa. Maka dari itu, pemberantasan telah Dilakukan secara besar besaran oleh beberapa negara.

Untuk mendukung perintah tersebut, maka pihak pemerintahan memberikan Edukasi yang luas dan juga memberikan ancaman ancaman yang keras kepada pihak pihak Homoseksualitas untuk membatasi ruang gerak nya dan kemudian hapuskan komunitas komunitas pecinta kaum sejenis tersebut. Dengan demikian, persebaran kaum seksualitas tidak akan lagi sebesar sebelumnya.

Spread the love